Manajemen File dan Direktori

Melihat daftar direktori

$ pwd

/home/user/praktikum

$ ls

text1 text2 text3 text4 text5

$ ls /home/user/praktikum

text1 text2 text3 text4 text5

Menampilkan Daftar Direktori dengan Format yang Panjang

Dengan tambahan -l (long) dan -a (all) untuk menampilkan daftar direktori dengan format panjang.

$ ls –al

total 24

drwxrwxr-x. 2 user group 4096 2009-08-11 21:21 .

drwx——. 35 user group 4096 2009-08-12 10:55 ..

-rw-rw-r–. 1 ian ian 24 2009-08-11 14:02 text1

Karakter r, w, x dan – artinya :

r = read permission

w = write permission

x = execute permission

– = no permission

cp : Digunakan untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori.

mv : Digunakan untuk memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file atau direktori.

rm : Digunakan untuk menghapus satu atau banyak file atau direktori.

Eksekusinya seperti berikut :

$ cp text1 text1.new

$ mkdir backup

$ cp text1 backup/

$ mv text1.new backup/

$ mv backup/text1.new backup/text1.new.1

$ ls text1 backup/

$ cp text1 d1/d2

$ rmdir -p d1/d2/d3 dir1 dir2

Selain itu juga ada beberapa pilihan yang berguna untuk perintah cp dan mv yaitu :

-f atau –force. Memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.

-i atau –interactive . Akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.

-b atau –backup . akan membuat cadangan dari file yang akan diganti.

Menghapus File atau Direktori Secara Rekursif

Jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus, kita bisa menggunakan perintah rm dengan tambahan -r (atau -R atau –recursive)

$ rm -r d1

Membuat File Kosong

Kita dapat membuat file kosong dengan perintah touch, bisa dengan tambahan ekstensi atau tidak.

$ touch file1 file2 file3

Menggunakan Perintah Find

Perintah find digunakan untuk mencari file atau direktori, bisa dicari berdasarkan nama, tipe, atau waktu

$ find . -name “text”

Perintah diatas digunakan untuk mencari file di current directory dengan nama text.

Kompresi File

Dalam linux, ada dua program yang populer untuk kompresi yaitu gzip dan bzip2. Perintah gzip menggunakan algoritma Lempel-Ziv, sementara bzip2 menggunakan algoritma Burrows-Wheeler.

Kompresi dengan gzip

$ cp /etc/services .

$ ls -l

$ gzip services

$ ls -l

gunakan perintah bunzip2 untuk dekompresi file bzip2

$ bunzip2 services.bz2

Linux File Permission

Materi ini berisi dasar-dasar kepemilikan dan hak akses file di linux. Dimaksudkan untuk memahami kepemilikan dari file dan direktori, bagaimana melihat hak akses file, dan bagaimana mengatur hak akses file sendiri.

Jika Anda adalah satu-satunya pengguna Linux di komputer Anda, untuk apa gunanya memiliki hak khusus untuk mengakses file atau membatasi akses pada komputer sendiri?

Dalam lingkungan yang lebih dari satu pengguna, sangat penting untuk memiliki sistem yang aman untuk menentukan file mana yang hanya bisa diakses oleh Anda dan mana file yang bisa diakses oleh pengguna lain.

Walaupun jika Anda satu-satunya pengguna, hak akses file membantu menjaga file penting Anda agar tetap aman, baik karena kesalahan pihak luar atau kesalahan anda sendiri.

Memahami Kepemilikan File

Setiap file di sistem Linux Anda, termasuk direktori, dimiliki oleh pengguna tertentu dan grup. Oleh karena itu, hak akses file didefinisikan secara terpisah untuk user, grup, dan lain-lain.

User:

Username dari orang yang memiliki file tersebut. Secara default, pengguna yang menciptakan file tersebut akan menjadi pemiliknya. Grup: Grup User yang memiliki file tersebut. Semua pengguna yang termasuk ke dalam kelompok yang memiliki file tersebut akan memiliki hak akses yang sama ke file. Hal ini berguna jika, misalnya, Anda memiliki proyek yang membutuhkan banyak pengguna yang berbeda untuk dapat mengakses file tertentu, sementara yang lain tidak bisa. Dalam hal ini, Anda akan menambahkan semua pengguna ke dalam kelompok yang sama, pastikan file yang dibutuhkan dimiliki oleh kelompok itu, dan mengatur hak akses sesuai grup file tersebut.

Other:

Seorang pengguna yang bukan pemilik file tersebut dan tidak termasuk dalam kelompok yang sama. Dengan kata lain, jika Anda menetapkan izin untuk kategori “other”, itu akan mempengaruhi orang lain secara default.

Memahami Permission File

Ada tiga jenis izin akses di Linux: read, write, dan execute. Izin ini didefinisikan secara terpisah untuk pemilik file, kelompok dan semua pengguna lain.

Pada file biasa, read berarti file dapat dibuka dan dibaca. Pada sebuah direktori, read berarti Anda dapat melihat daftar isi direktori.

Pada file biasa, ini berarti Anda dapat memodifikasi file, alias menulis data baru ke file. Dalam kasus sebuah direktori, write berarti Anda dapat menambah, menghapus, dan mengubah nama file dalam direktori. Ini berarti bahwa jika file memiliki izin write, Anda diperbolehkan untuk memodifikasi isi file, tetapi Anda diperbolehkan untuk mengubah nama atau menghapus file hanya jika hak akses direktori file yang memungkinkan Anda untuk melakukannya.

Dalam kasus sebuah file biasa, ini berarti Anda dapat menjalankan file sebagai program atau shell script. Pada sebuah direktori, execute (disebut juga “search bit”) memungkinkan Anda untuk mengakses file dalam direktori dan memasukkannya, dengan perintah cd, misalnya.

Keterangan pada karakter menunjukkan :

d = directory

= regular file

l = symbolic link

s = Unix domain socket

p = named pipe

c = character device file

b = block device file

9 karakter berikutnya menyatakan perizinan. Dibagi menjadi 3 grup, tiap grup 3

karakter mewakili: read, write, dan execute. Karakter tersebut mudah untuk diingat,

diantaranya :

r = read permission

w = write permission

x = execute permission

– = no permission

Mengatur Hak Akses

Mode simbolik

Anda dapat mengatur hak akses file dengan perintah chmod. Kedua user, root dan pemilik file dapat mengatur hak akses file. chmod memiliki dua mode, simbolik dan numerik.

Mode simbolik cukup mudah diingat. Pertama, Anda memutuskan apakah Anda mengatur hak akses bagi pengguna (u), kelompok (g), lainnya (o), atau ketiganya (a).

Kemudian, Anda menambahkan izin (+), hapus (-), atau menghapus izin sebelumnya dan menambahkan yang baru (=). Selanjutnya, Anda memutuskan apakah Anda mengatur izin read (r), write (w), atau execute (x). Terakhir, Anda akan memberitahu chmod, hak akses file mana yang ingin Anda ubah.

Misalkan kita mempunyai file bernama contohfile, dan file memiliki izin akses penuh untuk semua kelompok.

Menghapus semua hak akses tetapi menambahkan izin write untuk semua orang :

$ chmod a=r aa (aa= file text contoh)

Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -r–r–r–

$ chmod g+x aa

Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -r–r-xr–

$ chmod u+wx aa

Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -rwxr-xr–

$ chmod ug-x aaSetelah perintah, izin file itu akan menjadi -rw-r—r–

Secara singkat pengaturan hak akses file dalam mode simbolik :

Which user?

u user/owner

g group

other

a all

What to do?

+ add this permission

– remove this permission

= set exactly this permission

 

Which permissions?

r read

w write

x execute

Mode Numerik

Mode lain dimana chmod dapat digunakan adalah mode numerik. Dalam mode numerik, hak akses file tidak diwakili oleh karakter. Sebaliknya, mereka diwakili oleh tiga digit nomor oktal.

4 = read (r)

2 = write (w)

1 = execute (x)

0 = tidak ada izin (-)

Untuk mendapatkan bit permission yang Anda inginkan, Anda menjumlahkan angka yang sesuai dengan hak aksesnya. Misalnya, izin rwx adalah 4 +2 +1 = 7, rx adalah 4+1 = 5, dan rw adalah 4 +2 = 6. Karena Anda mengatur hak akses terpisah untuk pemilik, grup, dan lain-lain, Anda akan memerlukan nomor tiga digit yang mewakili hak akses dari semua kelompok-kelompok ini.

Kita lihat contoh di bawah ini :

$ chmod 411 aa (aa = file text contoh)

Perintah diatas akan mengubah hak akses aa menjadi –r—-x–x. Pemilik akan memiliki hak akses baca, read  4 , grup dan yang lain akan memiliki hak akses execute 1.pada gambar dibawah terdapat informasi bahwa (read only) disitu user tidak dapat mengedi file tersebut.

Mode numerik mungkin tidak sesederhana mode simbolik, tetapi dengan mode numerik, Anda dapat lebih cepat dan efisien mengatur hak akses file. Ini referensi cepat untuk pengaturan hak akses file dalam mode numerik mungkin membantu :

Which Number?

0 —

1 –x

2 -w-

3 -wx

4 r–

5 r-x

6 rw-

7 rwx

Cara untuk mengubah kepemilikan file & direktor

Pemilik sebuah file atau direktori dapat diganti menjadi milik user yang lain. Untuk mengganti digunakan perintah chown. Berikut adalah cara penulisannya :

chown option pemilik_baru nama_file/direktori

Untuk melihat kepemilikan suatu file dan group, gunakan perintah ls dengan option -l

Contoh output dari perintah tersebut

-rw-rw-rw- 1 azizah azizah 0 Jan 23 05:32 contohfile

Terlihat nama azizah yang pertama adalah pemilik file dan nama azizah yang kedua adalah nama groupnya. Secara default nama group sama seperti nama pemilik file. Untuk mengubah kepemilikan file contohfile dengan user lain, kita bisa mengetikkan:

chown aku contohfile

Perintah tersebut mengubah kepemilikan contohfile menjadi milik user aku bukan lagi user azizah. Untuk melihat perubahannya lihat kembali detailnya dengan menggunakan perintah.

ls –l contohfile

Salah satu option yang ada di chown adalah –R. Option –R ini mengubah permission semua file yang ada dalam subdirektori dalam direktori yang sedang aktif. Option –R bekerja secara rekursif,option tersebut mengubah kepemilikan semua objek yang ada dalam direktori bukan hanya kepemilikan direktorinya saja. Contoh penggunaannya:

chown -R aku work

Perintah ini memberikan chown permission bagi user aku terhadap semua file yang ada di direktori work.

Sumber diambil dari modul Praktikum Sistem Operasi Universitas Pendidikan Indonesia.

Peta Konsep Perintah Linux Shell dan Perintah Penjadwalan

1. Linux Shell

Shell, adalah program (penterjemah perintah)yang menjembatani user dengan sistem operasi dalam hal ini Kernel (inti dari sistem operasi), umumnya shell menyediakan prompt sebagai user interface, tempat dimana user dapat mengetikkan perintah-perintah yang diinginkan baik berupa perintah internal shell (internal command), ataupun perintah eksekusi file program (eksternal command), selain itu memungkinkan user menyusun sekumpulan perintah pada sebuah atau beberapa file untuk dieksekusi sebagai program .

Beberapa shell yang ada di linux antara lain:

  • Bourne shell(sh),
  • C shell(csh),
  • Korn shell(ksh),
  • Bourne again shell(bash),
  • dsb.

Fungsi Karakter Spesial
1) \  = Escape character. Jika anda menginginkan untuk menggunakan karakter spesial,
anda harus “melepaskan” dengan miring garis terlebih dahulu.
Contoh: touch /tmp/filename\*
2) / = Alat pemisah direktori, digunakan untuk memisahkan string dari nama direktori
Contoh: /usr/src/linux
3) . = Direktori saat ini. Dapat juga “menyembunyikan” file ketika diletakkan di
karakter pertama pada nama file
4) .. = Parent Directory
5) ~ = Direktori home untuk user
6) * = Mewakili 0 atau banyak karakter dalam nama file, atau dengan sendirinya, semua
file dalam direktori
Contoh: pic*2002 mewakili file pic2002, picJanuary2002,
picFeb292002 dll
7) [] = Dapat digunakan untuk mewakili jarak dari nilai, misal: [0-9], [a-z], dll
Contoh: hello[0-9].txt mewakili nama hello0.txt,
hello1.txt, dan hello2.txt
7) ? = Mewakili karakter tunggal dalam nama file
Contoh: hello?.txt dapat mewakili hello1.txt,
helloz.txt, tapi bukan hello22.txt
8) | = “Pipa”. Mengalihkan output dari satu perintah menuju perintah lainnya
Contoh: ls | more
9) > = Mengalihkan output dari suatu perintah ke dalam file baru. Jika file sudah ada,
maka akan ditulis ulang.
Contoh: ls > file.txt
10) >> = Mengalihkan output dari suatu perintah menuju ke akhir dari suatu file yang
sudah ada
Contoh: echo “praktikum SO ceria” >> file.txt
11) ; = Command separator. Memungkinkan anda untuk mengeksekusi banyak perintah
dalam satu baris
Contoh: cd /var/log ; less message
12) && = Command separator seperti sebelumnya, hanya saja akan menjalankan perintah
kedua jika perintah pertama dikerjakan tanpa ada error
Contoh: cd /var/logs && less message
13) & = Mengeksekusi suatu perintah di background, dan langsung mendapatkan shell
anda kembali
Contoh: find / -name core > /tmp/corefile.txt &

2. Penjadwalan 
Penjadwalan, merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Proses penjadwalan yang akan dibahas disini adalah proses penjadwalan sistem operasi LINUX
Penjadwalan Proses
Pada sistem Linux, terdapat banyak cara untuk menangani eksekusi-eksekusi perintah. Diantaranya, diberi kesempatan untuk membuat daftar perintah dan menentukan kapan perintah dijalankan oleh sistem. Perintah at, sebagai contoh memberi peluang untuk menjalankan program berdasarkan waktu yang ditentukan. Perintah batch adalah memiliki kemiripan dengan at, namun batch menjalankan program-program manakala sistem menemukan waktu untuk mereka.

 

Manajemen Proses Pada Sistem Operasi Linux

Proses adalah Program yang sedang dieksekusi. Setiap kali menjalankan suatu program, Sistem UNIX melakukan suatu fork, yaitu melakukan beberapa urutan operasi untuk membuat suatu proses konteks dan kemudian mengeksekusi program tersebut dalam konteks yang sudah dibuat. Oleh karena itu kita harus menguasai Manajemen Proses Linux.

Manajemen Proses Linux adalah salah satu hal yang sangat penting yang harus dikuasai oleh seorang Teknisi Komputer. Kenapa? Karena selain kita mengetahui proses di Windows, kita harus tahu proses di Linux dan dengan penguasaan manajemen prose ini kita bisa mengetahui proses apa saja yang running pada setiap user. Atau dalam suatu jaringan juga kita bisa melakukan controlling terhadap proses setiap client.

Adapun konsep dasar dari manajemen proses adalah sebagai berikut:

  • Multiprogramming;Multiprogramming dikenal sebagai manajemen banyak proses pada suatu prosesor. Pada konsep ini, pemakai memandang terdapat banyak proses dijalankan bersamaan pada suatu waktu tertentu.
  • Pseudoparallellism;Pseudoparallellism adalah manajemen proses yang dijalankan secara paralel pada suatu sistem. Pada konsep ini, pemroses mengeksekusi proses secara sejajar atau paralel.
  • Multiprocessing;Multiprocessing dikenal sebagai manajemen banyak proses pada komputer yang memiliki banyak pemroses di dalamnya. Konsep ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja serta memberikan kemampuan fault tolerant, yakni kemampuan sistem untuk melanjutkan tugasnya dengan benar meskipun mengalami kegagalan perangkat keras hardware failure dan kesalahan perangkat lunak software failure.
  • Distributed ProcessingDistributed Processing dikenal sebagai manajemen banyak proses yang dieksekusi atau dijalankan pada banyak sistem komputer yang terdistribusi atau tersebar di dalam suatu jaringan.

Berikut ini adalah coba coba mengenai manajemen proses pada linux :

  1. Instruksi ps (proccess status) digunakan untuk melihat kondisi proses yang ada. PID adalah nomer identitas proses, TTY adalah nama terminal dimana proses tersebut aktif, STAT berisi S (sleeping) dan R (running), COMMAND merupakan instruksi yang digunakan.

$ ps

1

  1. Untuk melihat faktor/elemen lainnya, gunakan option –u (user). %CPU adalah presentasi CPU time yang digunakan oleh proses tersebut, %MEM adalah presentasi system memori yang digunakan proses, SIZE adalah jumlah memori yang digunakan, RSS (Real System Storage) adalah jumlah memori yang digunakan, START adalah kapan proses tersebut diaktifkan.

$ ps u

2

  1. Mencari proses yang spesifik untuk pemakai.

$ ps -u <user>

3

  1. Mencari proses lainnya gunakan opsi a, au dan aux

$ ps –a

4

$ ps –au

5

$ ps –au

5

  1. Melihat proses yang sedang berjalan

$ top$ htop

Catatan : untuk install htop ketik command sudo apt-get install htop (perlu koneksi internet)

/* Tidak ada screenshot dikarenakan belum terinstal */

  1. Menampilkan hubungan proses parent dan child

$ ps -eH  Menampilkan hubungan proses parent dan child

7

$ ps -eF  Menampilkan hubungan proses parent dan child serta letak prosesnya

Menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk hirarki parent/child

8

  1. Menghentikan suatu proses/job

$ pkill <nama proses> contoh : pkill gedit

9

Lalu setelah di enter akan menjadi …..

10

Tugas Resume Sistem Operasi

Tugas Praktikum Sistem Operasi.

Tugas pertama ini adalah tentang overview Linux.

Nama “Linux” berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.

Linux dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah (command line interface atau CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna grafis (graphical user interface atau GUI, yang umumnya merupakan konfigurasi bawaan untuk versi desktop).

Nah, karena menggunakan Linux, kita sebagai pengguna linux wajib mengenal tentang perintah dasar yang ada di sistem operasi linux tersebut. Berikut ini adalah beberapa perintah-perintah dasar yang ada di linux. Cekidot gannnn…

Perintah-perintah ini di eksekusi dengan menggunakan Terminal/Console. Untuk

membuka jendela Terminal ada beberapa cara:

  • Dash Menu | ketikan “terminal” | klik terminal.
  • Menggunakan shortcut [CTRL] + [ALT] + [T]

Setelah melakukan salah satu dari perintah diatas maka jendela terminal akan terbuka.

Perintah Dasar untuk Penanganan File

  • Membuat direktori

mkdir nama_folder

Misalkan sobat-sobat akan membuat sebuah folder dengan nama “kodok”, maka pada terminal ketikkan perintah berikut:

mkdir kodok

setelah itu akan tercipta sebuah folder baru yang bernama “kodok” di direktori yang sedang aktif.

  • Menampilkan isi direktori
    • Ls

Jika dijalankan begitu saja perintah ini akan menampilkan daftar file dan folder yang berada di direktori yang sedang aktif.Perintah ls ini bisa ditambah dengan atribut-atribut yang lain untuk memperoleh tampilan daftar isi direktori yang berbeda. Misalnya saja:

  • ls –l

memperlihatkan daftar file disertai dengan atribut seperti pemilik, permission, ukuran, dan tanggal modifikasi.

  • ls –a

Memperlihatkan daftar file dan file tersembunyi di dalam direktori sekarang tanpa atribut apapun .

  • ls –al

Menggabungkan opsi perintah -l dan -a untuk ls .

  • ls/direktori/ehm

Memperlihatkan daftar file dari /direktori/ehm ketika kita sedang berada di direktori sekarang.

  • Berpindah direktori
    • cd direktori_tujuan

Perintah ini digunakan untuk berpindah ke direktori yang lain.

Contohnya ketika kita sedang berada di direktori “home” dan ingin berpindah ke direktori lain yang bernama “nama_folder” maka perintah yang bisa dilakukan adalah:

cd nama_folder” maka seketika kita akan berpindah ke dalam direktori “nama_folder” tersebut. Perintah cd ini juga memiliki parameter yang lain untuk berpindah ke folder, diantaranya:

  • cd direktori/

Pindah direktori ke direktori yang berada di dalam direktori sekarang.

  • cd ~ → pindah ke direktori home.
  • cd .. → pindah satu direktori ke direktori teratas atau kembali ke direktori sebelumnya.
  • cd ../../n → pindah n direktori sebelumnya.
  • cd /direktori/sesuatu → pindah ke direktori tanpa harus mundur ke direktori sebelumnya.

Akan pindah jika direktori tersebut ada dan penulisan nama direktorinya benar . Contoh:

cd /media/sda6/data/kumpulan3gp perintah diatas akan membuat kita berpindah ke direktori “kumpulan3gp” yang berada di folder media/sda6/data.

  • Menampilkan tempat direktori yang aktif
    • Pwd

Penggunaan perintah ini cukup dengan mengetikan pwd pada terminal.

  • Menyalin file cp file_yang_akan_disalin
    • cp file /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi file tertentu ke direktori tertentu
    • cp -r folder /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi folder tertentu secara rekursif ke direktori tertentu.
    • cp *.extension /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi file – file yang berekstensi tertentu ke direktori tertentu.
    • cp nama* /path/ke/direktori/sesuatu → mengopi file – file yang namanya diawali dengan ‘nama’ ke direktori tertentu.
  • Memindahkan file
    • mv file_yang_akan_dipindahkan ke direktori_tujuan.
    • Selain berfungsi untuk memindahkan file ke direktori lain, perintah ini juga bisa digunakan untuk mengganti nama (rename) file.
    • mv nama_file_lama.ehm menjadi ehm.
    • Perintah ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan cp.
  • Menghapus file
    • rm file → menghapus file
    • rm -r folder → menghapus folder
    • rm -rf folder → menghapus folder secara paksa
  • Mencari file dalam direktori

find nama_file/folder_yang_akan_dicari

contoh:

find CintaYangHilang.txt

Perintah diatas apabila di eksekusi akan mencari file yang bernama “CintaYangHilang.txt” pada direktori yang aktif. Apabila file ditemukan maka file dengan nama itu akan ditampilkan, tapi apabila file tidak ada maka akan muncul notifikasi bahwa file tidak ada.

 

Resume Sistem Basis Data

RESUME PRAKTIKUM

SISTEM BASIS DATA PERTEMUAN I

Pertemuan pertama praktikum minggu lalu, kita diberikan tutorial tentang instalasi aplikasi yang nantinya digunakan saat praktium, yaitu Oracle.

Berikut ini adalah langkah – langkah pengisntalan Oracle. Cekidot…

  1. Langkah pertama, yaituuuu… double-click 1sampai muncul kotak perintah selanjutnya…
  1. Kotak perintah selanjutnya, akan muncul seperti ini…

2

  1. Lalu akan muncul lagi kotak perintah untuk melakukan ke tahap selanjutnya….

3

  1. Setelah memilih next, maka akan muncul kotak persetujuan (agreement box)…

4

  1. Tinggal pilih, “I accept the terms …..” lalu next

5

  1. Ada kotak yang ditujukan untuk memilih direktori sebagai media penyimpanan instalan kita, juga telah diset default oleh installernya, pilih next lagi….

6

  1. Tahap ini kita diarahkan untuk membuat password untuk user SYS dan Password default dari kedua user itu adalah “system”.

7

  1. Setelah mengisi passwordnya, pilih lagi next, dan akan muncul kotak konfirmasi instalasi ….

8

  1. Lalu akan muncul kotak loading, yang menyatakan bahwa penginstalan sedang dilakukan….

9

  1. Dan kotak terakhir dari proses instalasi akan muncul, dan akan memberikan perintah untuk “meluncurkan” oracle setelah penginstalan selesai.

10

  1. Terakhir klik finish dan aplikasi akan diluncurkan…

Tugas 1 Rekayasa Perangkat Lunak

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak

  1. Definisi Rekayasa Perangkat Lunak

Pengertian dari Perangkat Lunak adalah kumpulan beberapa perintah komputer yang dieksekusi oleh mesin komputer dalam menjalankan pekerjaannya yaitu memproses informasi. perangkat lunak ini merupakan catatan bagi mesin komputer untuk menyimpan perintah, maupun dokumen serta arsip lainnya. Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda tapi bisa dioperasikan.

Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) adalah aplikasi ilmu komputer untuk membangun sistem perangkat lunak praktis yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

Sedangkan Menurut IEEE Computer Society : Rekayasa perangkat lunak sebagai penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan perangkat lunak, serta studi atas pendekatan-pendekatan ini, yaitu penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak.

Jadi Rekayasa Perangkat Lunak adalah pengubahan perangkat lunak itu sendiri guna mengembangkan, memelihara, dan membangun kembali dengan menggunakan prinsip reakayasa untuk menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna.

 

  1. Model Proses dalam Rekayasa Perangkat Lunak
  • Model aliran kerja (workflow) : menunjukkan kegiatan pada proses bersama dengan input, output, dan ketergantungannya. Merepresentasikan pekerjaan manusia.
  • Model aliran data (data flow) : merepresentasikan proses sebagai suatu set kegiatan yang melakukan transformasi data. Menunjukkan bagaimana input ke proses, misalnya spesifikasi ditransformasi menjadi output, misalnya menjadi desain.
  • Model peran/aksi : merepresentasikan peran orang yang terlibat pada PL dan kegiatan yg menjadi tanggung jawab mereka.
  • Model atau paradigma umum pada proses PL Model air terjun (waterfall) : Mengambil kegiatan dasar seperti spesifikasi, pengembangan, validasi, dan evolusi dan merepresentasikannya sebagai fase-fase proses yang berbeda seperti spesifikasi persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi, pengujian dan seterusnya.
  • Pengembangan evolusioner : Pendekatan ini berhimpitan dengan kegiatan spesifikasi, pengembangan, dan validasi. Sistem awal dikembangkan dengan cepat dari spesifikasi abstrak. Sistem ini kemudian di perbaiki dengan masukan dari pelanggan untuk menghasilkan sistem yang memuaskan kebutuhan pelanggan.
  • Pengembangan Sistem Formal : Pendekatan ini menghasilkan suatu sistem matematis yang formal dan mentransformasikan spesifikasi ini, dengan menggunakan metode matematik menjadi sebuah program.
  • Pengembangan berdasarkan pemakaian ulang (Reusable) : Teknik ini menganggap bahwa bagian-bagian sistem sudah ada. Proses pengembangan sistem terfokus pada pengintegrasian bagian-bagian sistem dan bukan pengembangannya dari awal.

 

 

Sumber :

Software Engineering – A Practicioner’s Approach (Fifth Edition) by Roger S. Pressman, Ph.D.

https://www.facebook.com/RplComunnityFansClub/posts/447296325344879